Kamis, 05 Juni 2014

Beberapa Kelainan Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia

Beberapa Kelainan Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia
Allah SWT telah menciptakan manusia dengan bentuk yang paling, baik seperti yang difirmankan oleh Allah, …..”Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (al-Mu’minuun:14)
Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan adanya pencipta –pencipta lain selain Allah, seperti penemu suatu benda. Kita bias mengkategorikan penemu benda tersebut sebagai pencipta benda yang ditemukannya itu. Meskipun, dia tidak menciptakannya dari “ketiadaan”, karena unsur-unsur barang temuannya itu sudah terlebih dahulu ada di dunia ini. Walaupun begitu, tetap saja Allah menjadi satu-satunya Pencipta yang berhasil menciptkan manusia dengan susunan yang paling sempurna, seperti yang Firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (at-Tiin:4).
Oleh karena itu, ada beberapa Negara yang menerapkan kebijakan untuk segera memecat seseorang pegawai yang tidak lagi bias menjada kesehatan tubuhnya sendiri. Karena paling tidak, pegawai itu akan mengurangi efesiensi kerjanya karena tidak lagi mampu melakukan tugasnya dengan maksimal. Kebijakan itu didasarkan pada kenyataan bahwa kesehatan tubuh yang buruk dapat menimbulkan pengaruh psikologis dan juga dapat mengurangi aktivitas si penderitanya, sehingga selanjutnya ia tidak akan lagi mampu untuk berproduksi, dimana kemampuan berproduksi itu sendiri merupakan tujuan terpenting dari rencana perekonomian pada setiap masyarakat, lebih khususnya pada Negara-negara berkembang. Ringkasnya, sebab-sebab terjadinya kelainan pada tubuh itu bermuara secara umum pada beberapa hal seperti :
1.    Faktor Genetis
Termasuk sebab terbesar yang sangat sulit dihindari dari dan kebanyakannya butuh proses operasi untuk bisa menyembuhkannya.
2.    Terluka
Biasanya, tubuh akan terbiasanya dengan bentuk tertentu akibat luka, seperti luka pada kaki. Pada kondisi luka tersebut, tubuh akan terbiasa dengan keadaan baru yang dialaminya selama masa luka dan hal ini dapat menyebabkan lemahnya kekuatan beberapa system otot. Kemudian, bila keadaan ini dibiarkan terus-menerus maka bias menyebabkan hilangnya  keseimbangan system otot dalam tubuh akibat kelainan yang dialaminya itu.
3.    Aktifitas Pekerjaan
Seperti kerja kantoran ataupun sekolah. Jenis aktifitas ini mengharuskan seseorang duduk dalam rentang waktu yang cukup lama setiap harinya sehingga bias menyebabkan kebongkokan dan bergesernya punggung. Hal ini juga biasanya dialami oleh tukang cukur dan tukang jahit.

4.    Kebiasaan-Kebiasaan Buruk
Seperti, berdiri dengan posisi yang tidak seimbang, yaitu hanya menumpu berat badan pada satu kaki saja, atau duduk terlalu lama di depan televisi, membaca di bawah cahaya yang kurang terang sehingga mengharuskan untuk membongkok agar bisa membaca, dan tidak terpenuhinya sayarat-syarat kesehatan yang layak ketika duduk.
5.    Pakaian
Terlalu memaksa untuk memakai pakaian yang ketat, atau memakai sepatu yang lembab, sepatu yang berhak tinggi, dan juga korset bagi ibu-ibu agar tidak terlalu gemuk.
6.    Kondisi Jiwa
Perasaan bahagia dan percaya baru dapat berpengaruh positif pada tubuh yang menyebabkan seseorang itu dapat mendongakkan kepalanya dengan lurus. Berbeda halnya ketika seseorang mengalami kesedihan ataupun malu, dimana keadaan-keadaan ini akan berpengaruh negative pada tubuh sehingga seseorang yang mengalaminya akan menundukkan kepala ke bawah dan menatap rendah kebawah juga. Kondisi ini dapat menyebabkan bergesernya arah punggung.
7.    Gizi Yang Buruk
Terlalu berlebihan ataupun kurang makan akan menyebabkan seseorang itu kegemukan atau kurus dan juga dapat melemahkan system otot.
8.    Lelah
Terlalu banyak beraktifitas dapat menyebabkan tubuh lemah sehingga ia tidak akan benar dalam bergerak yang pada akhirnya akan menyebabkan organ-organ tubuh mengalami kelainan.
9.    Pertumbuhan Yang Cepat
Bila terjadi pertumbuhan yang sangat cepat, khususnya ketika masa remaja bisa menimbulkan kelainan dan ketidakseimbangan dalam tubuh.
10. Pandangan-Pandangan Yang Salah
Seperti, biasanya orang-orang pendek percaya bahwa memakai sepatu berhak tinggi dapat menambah tinggi ukuran badan mereka.
Padahal sebaliknya, jika mereka memakai sepatu berhak terlalu tinggi akan semakin membuat pendek ukuran badan mereka, seperti yang akan kit jelaskan dalam pembahasan berikutnya.
Setelah dipaparkannya sebab-sebab kelainan yang dapat dialami oleh tubuh maka sudah seharusnya juga memaparkan cara berdiri yang benar ataupun salah, serta cara berjalan yang benar ataupun salah. Cara-cara berdiri yang benar harus memperhatikan beberapa poin di bawah ini sebagai berikut:
1.    Berdiri tegak dan tidak berlebihan dalam mengencangkan beberapa otot, khususnya otot-otot yang bekerja ditulang belakang.
2.    Badan bertumpu di atas dua kaki secara seimbang dan pusat berat badan diletakkan di antara dua kaki. Jari-jemari kaki juga mengarah ke depan dengan tetap merapat, sedangkan sudut antara dua tumit adalah 45 derajat atau kurang.
3.    Menyejajarkan lutut, dimana dua tempurung lutut mengarah ke depan dan jarak di antara keduanya sangat kecil atau bahkan tidak ada.
4.    Tidak mendorong pinggul ke depan ataupun belakang.
5.    Menggantungkan kedua lengan dan mengarahkan kedua telapak tangan kea rah tubuh, sedang aliran napas tetap bebas mengalir.
6.    Kepala berada tepat di tengah-tengah pundak dengan pandangan mengarah ke depan, sedangkan dagu agak menjorok kedalam
7.    Menahan otot perut dan tidak membiarkan lemak perut bebas bergerak.

Adapun berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan salahnya posisi berdiri dan tidak stabil, yaitu sebagai berikut;
1.    Menumpu berat badan hanya pada satu kaki saja atau memutar kedua kaki kearah dalam ataupun luar.
2.    Mendorong pinggul ke depan atau belakang, atau memutar kedua sisinya.
3.    Memutar dua pundak atau menekannya ke belakang hingga mendekati dua sisi tulang yang ada di belakang punggung. Atau, hanya mengangkat salah satu pundak saja, serta mengangkat kedua pundak ke atas lalu menundukkan leher dan kepala ebawah sekaligus secara bersamaan.
4.    Tidak menahan otot perut dan membiarkan lemak mengarah kedepan.
5.    Membiarkan dua cekungan telapak kaki rata dengan tanah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berjalan, yaitu sebagai berikut;
1.    Postur tubuh dalam keadaan lurus tegak seperti ketika berdiri.
2.    Kedua tangan bebas bergerak tetapi tidak terlalu deras mengayun, sedang tepak tangan menghadap ke sisi paha.
3.    Hendaknya bekas tapak kaki sama rata dengan bekas tapak kaki sebelumnya dengan jarak yang tidak terlalu berjauhan dengan tidak terputus diantara kedua jejakannya.
4.    Lurusnya arah lutut pada kaki yang menjadi pujakan, sedang lutut pada kaki yang bergerak agak melipat sedikit, khusunya ketika kaki yang menjadi pujakan itu mendapat giliran untuk bergerak hingga tidak menempel pada tanah ketika berjalan seperti yang dilakukan oleh orang lumpuh.
5.    Menambah keluwesan ketika berjalan dengan menapakkan terlebih dahulu jari jemari kaki diatas tanah baru kemudian tumit kaki.

Beberapa contoh kesalahan yang mungkin terjadi ketika berjalan;
1.    Menundukkan kepala dan mengarahkan pandangan mata kebawah.
2.    Berjalan dengan gontai dengan postur tubuh yang tidak tagak seperti dalam keadaan lelah dan lemas.
3.    Berjalan dengan melipat dua lutut sekaligus
4.    Menahan dua tangan ketika bergerak atau terlalu banyak menggerakkannya.
5.    Memutar dua pundak ke dalam dan keluar.
6.    Menyeret kaki dan berjalan dengan sangat berat.
7.    Melangkah yang terlalu panjang lebih dari biasanya.


Kelainan-Kelainan Yang Terjadi Pada Tubuh

Kelainan-Kelainan Yang Terjadi Pada Tubuh
Kita mengetahui bahwa Allah SWT, menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik untuk mereka. Akan tetapi, manusia dengan kebodohannya dan tidak adanya ketaatan kepada Allah SWT banyak yang merusak bentuk tubuhnya sendiri tanpa disadari sehingga menimbulkan kelainan pada diri mereka. Namun, kelainan pada tubuh bisa saja dapat terjadi jika adanya kelebihan ataupun kekurangan lengkungan pada tulang bela-kang. Dengan begitu, kelainan yang dapat terjadi pada dua bagian rangka tulang akan mengarah pada salah satu arah ataupun pada dua arah sekaligus, yaitu;
1.       Lengkungan Depan-Belakang
Maksudnya, bertambah atau berkurangnya kecondongan yang ada pada tulang punggung, seperti bertam-bah atau berkurangnya sudut kecondongan tulang pinggul dari batas yang ideal, yaitu 28-30 derajat. Ke-mudian, kelebihan ataupun kekurangan kecondongan pada tulang pinggul akan menyebabkan terjadinya kelonggaran pada system otot yang bekerja di daerah pinggul.
Kelonggaran system otot pinggul itu terjadi pada empat tempat, yaitu;
1.       Bergesernya arah punggung (bungkuk)
2.       Rongga rawan
3.       Kecondongan punggung
4.       Kerataan punggung

1.       Bergesernya arah punggung (bungkuk)
Maksud dari kelainan ini adalah bertambahnya secara tidak alami kecondongan daerah punggung dengan diikuti kelemahan dan ketidakmampuan system otot yang menopang tulang punggung. Selan-jutnya, kelainan ini akan menyebabkan menurun dan flesinya (menjulur) otot dada dan diikuti pula dengan bergesernya arah pundak. Biasanya, kelainan ini banyak melipat kedua pundaknya kearah de-pan ketika bekerja, seperti para pekerja kantoran.
Adapun di antara sebab-sebab terjadinya kelainan ini adalah;
1.       Kebiasaan yang salah ketika duduk, berdiri, ataupun ketika berjalan.
2.       Pekerjaan-pekerjaan yang memaksa punggung untuk banyak bungkuk seperti kerja kantoran
3.       Kelainan ini terjadi sebagai ganti dari kecondongan tulang pinggul yang seharusnya condong ke belakang.
4.       Menderita suatu penyakit, seperti radang ruas tulang punggung (rematik).
5.       Sebab-sebab psikologis, seperti keadaan malu dan sombong.
Efek Samping Kelainan Punggung (Bungkuk) terhadap Stamina Tubuh Manusia
Dari bentuk postur tubuh saja, ratanya punggung dan bungkuknya pundak akan menyebabkan kepala tertun-duk ke bawah diantara dua pundak dan lebih doyong ke depan. Adapun utnuk memperbaiki kelainan ini, ke-pala harus lebih diangkat keatas dan kening agak ditarik ke belakang sehingga dagu akan menonjol keluar, ma-ka posisi kepala dan leher yang seperti ini hamper mirip dengan posisi kepala dan leher unta. Adapun dari sisi fungsi fisiologis, kelainan kecondongan tubuh ini akan menyebabkan mengecilnya kerangka dada sehing ga dapat mengurangi sirkulasi system pernapasan, karena sirkulasi pernapasan itu diukkur dari tarikan dan embusan nafas dalam keadaan normal. Selanjutnya, kadar udara yang dihirup juga akan ikut berkurang dan secara otomatis akan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Pengurangan kadar udara bisa mencapai seperlima dari batas normal. Keadaan ini akan mengurangi kadar oksidasi darah yang berikutnya akan meng urangi aliran darah yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh. Bila sel tubuh kurang mendapat kan suplai nutrisi maka hal ini dapat mengurangi system pembakaran pada system otot dan sel otak sehingga berikutnya akan mengurangi kemampuan dan stamina tubuh. Artinya, tubuh tidak lagi mampu melakukan banyak aktivitas dengan penuh semangat dan seseorang yang mengalaminya akan cepat merasa lelah.
Rongga Rawan
Daerah rawan adalah daerah punggung yang berada di belakang perut. Bila rongga rawan ini condong kebela-kang maka ia akan menyebabkan kelainan pada system tubuh pada daerah rawan tersebut. Artinya, kelainan daerah rawan terjadi ketika abertambah atau berkurangnya kocondongan daerah rawan tsb, atau juga tulang pinggul lebih mengarah ke depan dengan bertambahnya sudut kecondongan tulang pinggul dari garis vertical yang normal (30 derajat) sebagai ganti dari bungkuknya punggung.
Tanda-Tanda Terjadinya Penambahan Lengkungan pada Daerah Rawan
Terdapat beberapa tanda yang dapat dikenali ketika terjadi penambahan lengkungan pada daerah rawan, diantaranya;
1.       Fleksinya (menyusut) system otot di bawah punggung dan juga urat-urat belakang daerah rawan,
2.       Ekstensi (menjulur) dan melemahnya otot perut dan juga urat-urat depan daerah rawan,
3.       Terkadang bisa terjadi ekstensi system otot di belakang paha akibat bertambahnya kecondongan tulang pinggul kea rah depan.
Sebab-sebab Terjadinya Kelainan Rongga Rawan
1.       Bertambahnya sudut lengkungan tulang pinggul kea rah depan dari batas normal (30 derajat) pada garis vertical
2.       Bungkuknya punggung menjadi penyebab utama terjadinya kelainan pada rongga rawan dalam upaya penyeimbangan tubuh dari kelainan yang pertama.
3.       Kegemukan dan menimbunnya lemak di daerah perut
4.       Memakai sepatu berhak tinggi, khususnya kaum wanita
5.       Kehamilan yang dapat melemahkan dan membuat panjang (ekstensi) otot perut
6.       Beberapa jenis pekerjaan yang menuntut untuk memikul beban berat di daerah sekitar kepala ataupun punggung.
Bahaya yang Ditimbulkan dari Kelainan Rongga Rawan
1.       Dari sisi postur tubuh secara umum;
a.       Menyebabkan fleksinya (menyusut) tinggi badan akibat bertambahnya kebungkukan pada tulang punggung dan lengkungan pada tulang pinggul.
b.      Postur tubuh secara umum akan terlihat tidak serasi dan stamina tubuh juga tidak terlalu fit.
2.       Dari sisi kesehatan;
a.       Bertambahnya lengkungan daerah rawan akan semakin menambah tekanan pada sendi tulang rawan di daerah luar (punggung).
Kecondongan Punggung (Bungkuk)
Kelainan jenis ini terjadi akibat bertambahnya sudut kecondongan tulang pinggul kea rah depan sehingga semakin menambah lengkungan daerah rawan (belakang perut) sebagai upaya penyimbang dari kecon dongan tulang pinggul tersebut. Ketika seseorang mendertia kelainan kecondongan punggung, biasanya ia akan melipat sedikit tulang punggung bergerak lebih ke belakang. Kelainan ini terkadang diikuti pula dengan kebungkukan punggung dan bertambahnya kebungkukan tulang dada lebih ke depan. Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa penambahan kebungkukan tulang punggung hanya akan menambah tekanan terhadap salah satu sendi tulang rawan yang ada dan bisa membuatnya terluka. Situasi ini biasa disebut dengan kegagalan tulang rawan (rematik). Untungnya, bila ada salah satuligamen tulang rawan terluka maka lukanya itu tidak akam merembet kepada ligament yang lainnya.
Kerataan Punggung
Adapun kelainan ini, terjadi ketika berkurangnya sudut lengkungan tulang pinggul dari ukuran normal 28-30 derajat dari garis vertical. Sperti, jika sudut lengkungan tulang pinggul itu hanya sekitar 20 derajat saja maka kecembungan daerah rawan akan ikut berkurang dan kecondongan tulang punggung juga akan terpengaruh. Pada saat seperti itu, tulang punggung akan menjadi lebih rata.
Bahaya yang Ditimbulkan dari Ratanya Tulang Punggung
Allah SWT telah mengatur kecondongan tulang punggung agar kita dapat bebas menggerakkan tulang pung-gung. Juga, kecondongan normal tulang punggung dapat meredam gerakan yang dilakukan oleh manusia aki bat melompat dari tempat yang tinggi. Namun, jika tulang punggung berubah menjadi rata maka otak akan segera merasakan hentakan yang ditimbulkan oleh lompatan dari tempat yang tinggi. Kemudian, seseorang yang mengalaminya akan cepat merasakan pengaruh dari kelainan yang dimilikinya itu berupa getaran pada otak. Lantas, setiap kali ia melompat dari tempat yang tinggi dengan bertumpu pada kedua kakinya maka ia akan merasakan pengaruh lompatannya itu di kepala dan otaknya secara langsung, karena kedua telapak kaki ikut serta bersama kecondongan tulang punggung dalam meredam hentakan akibat lompatan.


2.       Lengkungan Sisi Badan
Sebagaimana yang telah diketahui sebelumnya, rangka tulang ideal seseorang menjadi dua; depan dan belakang (bidang koronal), lalu kita melihat tulang punggung dari sudut depan atau belakang (sisi depan) maka rangka tulang itu akan terlihat lurus sekali. Adapun kelainan yang muncul berupa lengkungan samping tulang punggung adalah karena,
1.       Mengeras dan kakunya leher
2.       Terlipatnya tulang punggung lebih ke samping (daerah punggung, daerah rawan, atau kedua-duanya sekaligus).
Dengan kata lain, kelainan lengkungan samping terjadi karena terlipatnya tulang belakang ke salah satu sisi samping. Bahkan, lengkungan samping pada tulang punggung bisa terjadi secara penuh sehingga membentuk huruf C. namun, bisa juga terjadi hanya di daerah tulang punggung saja, ataupun pada dua sisinya yang berlawanan sekaligus sehingga membentuk huruf S. biasanya, kelainan ini banyak diderita oleh siswa-siswa SD.
Adapun sebab-sebab terjadinya kelainan lengkungan samping adalah;
1.       Bisa jadi karena si penderita telah memiliki penyakit terlebih dahulu, seperti flu tulang dan kelumpuhan.
2.       Pernah mengalami luka sehingga mengharuskan adanya amputasi pada salah satu sisi bawah tubuh.
3.       Faktor gen dan kebiasaan-kebiasaan yang salah.
Proses Terjadinya Kelainan Sisi Badan
Ketika seseorang menderita kelumpuhan pada salah satu dari sisi tubuhnya ataupun pernah diamputasi, ma-ka biasanya tubuh akan sangat bertumpu pada sisi bagian tubuh yang masih sehat dan hal ini sangatlah wa-jar. Namun, bila dibiarkan terus seperti itu maka bisa menyebabkan terangkatnya (bergeser) tulang pinggul menuju bagian yang menjadi tumpuan tubuh tersebut sebagai upaya penyeimbang dari kecondongan dan penurunan tulang pinggul ke bagian luka atau bagian yang telah diamputasi. Dengan kata lain, bila kita mem-perhatikan tulang pinggul dari arah depan atauppun belakang pada orang yang terluka, maka tulang ping-gulnya akan terlihat miring kea rah bawah bagian yang terluka ataupun diamputasi. Kemiringan itu muncul akibat terjadinya kelainan sisi badan (terjadi kemiringan pada salah satu sisi tulang belakang) ke bagaian tu-buh yang diampputasi tadi. Adapun kelainan sisi badan yang terjadi akibat faktor genetikal ataupun kebia-saan-kebiasaan yang salah bisa disebabkan oleh berdiri atau duduk yang salah. Contohnya, jika seseorang terbiasa berdiri dengan hanya bertumpu pada kaki kanannya saja maka tulang pinggul akan lebih condong kea rah kiri, lalu keadaan ini akan diikuti pula dengan kemiringan sisi tulang punggung (kecembungan salah satu sisi tulang belakang) di sekitar daerah rawan kearah kiri. Berikutnya, pundak sebelah kiri akan ikut ter-angkat dan ia akan lebih tinggi dari pundak sebelah kanan, lalu posisi kepala dan leher akan lebih condong ke kiri. Kelainan ini (condong kea rah kiri) bisa terjadi hanya dalam kadar kecil saja, yaitu kemiringan hanya ter-jadi pada salah satu sisi saja (daerah leher, daerah punggung, atau daerah rawan). Namun, bisa juga terjadi lebih dengan arah yang berbeda-beda pula. Kalau sudah begitu, kelainan ini akan membentuk huruf S.
Leher Kaku
Kelainan ini lebih dikenal dengan pengerasan urat leher, yaitu kepala dan leher hanya miring pada salah satu arah saja, kiri atau kanan. Pada kelainan ini, dapat terjadi efek-efek perubahan lain, seperti flesinya (menyusut) system otot leher pada arah kemiringan diikuti ekstensi (menjulur), melemah, dan melonggarnya otot leher pada sisi yang berlawanan. Kelainan jenis ini tidak banyak terjadi dan meskipun terjadi hanya dalam batas kecil saja tidak sampai mengkhawtirkan. Namun, kelainan jenis ini tentunya akan memmpengaruhi ppostur tubuh secara umum, karena jika seseorang ingin melihat sesuatu maka ia harus memiringkan pipinya terlebih dahulu kea rah pundak dan hal ini dapat mengurangi keseimbangan tubuh menyebabkan upaya penyeimbangan kemiringan sisi tubuh dengan sebab-sebab yang telah dipaparkan sebelumnya.
Kelainan Sisi Tubuh Bagian Bawah
Perlu diketahui bahwa bagian bawah tubuh itu memainkan peran yang sangat penting pagi postur tubuh itu sendiri seca keseluruhan, karena, bagian bawah tubuh menjadi penopang utama badan, seperti yang dila-kukan oleh kedua lutut dan kedua kaki. Keduanya bertanggung jawab penuh untuk memikul bobot tubuh. Karena itu, kita dapat teliti bahwa bagian bawah tubuh itu berkaitan erat dengan bagian atas tubuh, khusus-nya tulang belakang seperti yang telah kita ketahui bersama sebelumnya tentang kelainan-kelainan dan kemi ringan-kemiringan yang dialami olehnya. Juga hubungan kecondongan bagian atas tubuh satu sama lainnya, seperti kecondongan kea rah depan-belakang, kebungkukan punggung, dan daerah rawan. Di samping, upaya-upaya penyeimbangan yang terjadi akibat kecondongan yang berlebihan atau kekurangan yang di alami oleh satu bagiannya, seperti kemiringan sisi tubuh. Dengan begitu, kelainan sisi tubuh bagian bawah akan sangat mempengaruhi bentuk tulang punggung, begitu juga sebaliknya. Artinya, kelainan yang terjadi pada bagian atas tubuh akan diikuti pula oleh kelainan pada bagian bawah tubuh. Bahkan, kelainan-kelainan yang muncul dapat semakin berkembang dan bertambah akut jika tidak cepat-cepat didiagnosa. Adapun kelainan-kelainan yang dapat dialami oleh bagian bawah tubuh adalah sebagai berikut;
1.       Menjauhnya posisi dua lutut
2.       Menyatunya posisi dua lutut (saling bersenggolan ketika berjalan).
3.       Ratanya dua telapak kaki.
4.       Bergoyangnya dua lutut kea rah depan dan belakang.
Menjauhnya Posisi Dua Lutut
Kelainan jenis ini termasuk salah satu kelainan yang banyak menimpa bagian bawah tubuh dan lebih banyak dialami oleh anak-anak kecil dibandingkan orang dewasa. Maksud dari kelainan menjauhnya posisi dua lutut adalah kecembungan tulang bagian bawah pada kedua sisinya dan meskipun kedua kaki disatukan, tetap saja aka nada jarak antara dua lututnya. Kelainan ini bisa terjadi hanya pada salah satu lutut saja dan bisa juga pada kedua-duanya sekaligus. Adapun sebab-sebab terjadinya kelainan ini adalah;
1.       Bertambahnya bobot anak kecil dalam kadar yang sangat berlebihan pada masa-masa awal pertumbuhan yang ditandai dengan cepatnya perubahan bobot tubuh anak.
2.       Usaha pemaksaan jalan terhadap anak sebelum waktunya sehingga hal tersebut dapat menyebabkan keluarnya dua betis dari garis normal.
3.       Menderita beberapa penyakit, seperti flu tulang.
4.       Beberapa jenis pekerjaan, seperti penunggang kuda yang harus menghimpit perut kudanya sepanjang hari.
Menyatunyanya Posisi Dua Lutut
Kelainan jenis ini adalah kebalikan dari menjauhnya posisi dua lutut. Namun, untuk kelainan jenis ini dapat dilakukan upaya penyembuhan dengan menyatukan dua lutut lalu menjauhkan dua sisi kaki dan mengukur sejauh mana jarak antara kedua kaki. Dengan begitu, si penderita tidak dapat menempelkan kedua kakinya kecuali setelah memisahkan kedua lututnya. Jika kedua lututnya telah terpisah, barulah kedua kakinya dapat menyatu. Biasanya, kelainan jenis ini diikuti pula dengan ratanya dua telapak kaki sebagai akibat tekanan yang teruss-menerus terhadap sisi dalam kedua kaki untuk menahan bobot tubuh. Adapun sebab-sebab terjadinya kelainan menjauhnya posisi dua lutut sebagai berikut;
1.       Kebiasaan-kebiasaan buruk ketika berdiri
2.       Kelumpuhan yang dialami sewaktu kecil
3.       Pernyakit rematik yang menimpa persendian lutut
4.       Bertambahnya bobot tubuh anak kecil secara berlebihan ditambah dengan pemaksaan berjalan sebelum waktunya.
Ratanya Dua Telapak Kaki (Flat Foot)
Allah SWT telah menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik. Lalu, diantara bukti kesempurnaan bentuk manusia itu, Allah menciptakan tulang kaki manusia dengan sangat serasi, yaitu Allah membuat lengkungan pada setiap telapak kaki sehingga manusia dapat mengandalkan kedua kakinya pada saat mereka hendak berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada dua tumit, sisi luar kaki, dan ruas persendian jemari kaki. Adanya cekungan di telapak kaki memungkinkan pembuluh darah, sel-sel, dan urat saraf menyuplai nutrisi ke jemari kaki di bawah perlindungan cekungan tersebut. Juga, lengkungan tersebut mampu meredam hentakan yang terjadi ketika menumbuk tanah setelah melompat. Kelainan yang paling banyak terjadi pada telapak kaki adalah jatuhnya cekungan yang ada pada telapak kaki (flat foot) sehingga langit-langit telapak kaki rata dengan tanah. Kalau telapak kaki sudah rata dengan tanah, maka seseorang itu akan mudah terserang penyakit akibat terjadinya tekanan terhadap saraf, pembuluh darah, dan sel-sel yang ada pada telapak kakinya ketika ia berdiri ataupun berjalan. Di samping itu, otaknya akan ikut cepat bergoyang ketika ia melompat dari tempat yang tinggi.
Biasanya, kelainan ratanya telapak kaki diikuti pula dengan beberapa penyakit lainnya, yaitu;
1.       Sering mengalami rasa sakit di kaki, khususnya setelah berjalan terlalu lama atau setelah berdiri terlalu lama. Begitu juga di persendian lutut dan paha.
2.       Jatuhnya cekungan telapak kaki dan haluan kaki berputar keluar (gerakan eversi)
3.       Gerakan perputaran kaki kea rah dalam (inversi) menjadi terbatas dan tidak mampu lagi menarik (flesi) atau menjulurkannya (ekstensi) seperti gerakan kaki normal.
Adapun sebab-sebab terjadinya kelainan adalah;
1.       Terkadang, kelainan ratanya telapak kaki sebagai akibat menyatunya posisi dua lutut.
2.       Akibat bertambahnya berat badan secara berlebihan,
3.       Beberapa jenis pekerjaan, seperti berdiri terlalu lama yang dilakukan tukang cukur, polisi lalu lintas, tukang roti, ataupun tentara.
4.       Setelah mengalami patah ataupun buntung kaki.
Bergesernya Tulang Pinggul
Terkadang, bergesernya tulang pinggul itu terjadi akibat kebiasan dan tindakan yang tidak benar, baik ketika duduk maupun bangun. Contohnya, jika seseorang itu terbiasa menopangkan kaki kanan di atas kaki kiri maka hal ini dapat menyebabkan bergesernya tulang pinggul kearah kiri dan juga akan mempengaruhi posisi sebelah kanan dengan memutar tulang pinggulnya sehingga kaki kiri tidak tepat berada diatas kaki kanan, baik berada di depan ataupun belakang maka hal ini juga akan menyebabkan terjadinya perputaran pada tulang pinggul, baik kea rah kanan maupun kiri.
Pandangan Umum terhadap Semua Jenis Kelainan Tubuh
Setelah mengetahui secara umum tentang kelainan-kelainan yang dapat dialami oleh tubuh manusia maka dapat disimpulkan, bahwa semua jenis kelainan tubuh itu terjadi akibat kebiasaan ataupun membiasakan posisi tertentu, sedangkan Allah telah menciptakan tubuh manusia itu agar dapat beradaptasi dengan berbagai gerakan yang dilakukan sehingga memungkinkan terjadinya penyeimbangan dan keseimbangan. Tubuh dan stamina manusia juga tidak cepat terpengaruh dengan semua gerakan yang dilakukan, apabila sampai menyebabkan terjadinya penyimpangan dan kelainan pada tubuh mereka, kecuali setelah mereka melakukan gerakan yang salah secara terus-menerus. Terkadang, perubahan dan kelainan postur tubuh terjadi dalam kadar kecil saja, seperti dapat menghalangi seseorang untuk melakukan gerak tertentu, ataupun kelainan itu akan tampak dengan jelas sehingga dapat cepat diketahui oleh si penderitanya secara langsung. Namun, bisa jadi seseorang itu memiliki kelainan tertentu pada postur tubuhnya dalam kondisi yang cukup akut tanpa dia sadari bahwa kelainan itu akibat ketidak pedulian atau ketidaksadarannya terhadap kelainan yang sudah lama dideritanya itu. Atau juga, pada awalnya seseorang itu hanya menderita kelainan tubuh yang sederhana saja, namun ia baru menyadarinya setelah mengalami beberapa kali rasa nyeri otot dan beberapa penyakit yang muncul akibat kelainan yang dideritanya itu.
Bahkan, banyak orang yang mengalami beberapa kelainan, tetapi tidak mau terlalu dirasakan oleh mereka dan mereka menganggap bahwa kelainan itu baru akan muncul hanya pada orang-orang yang menderita sakit tertentu saja. Mereka juga tidak menyadari bahwa sakit yang mereka derita itu akibat kebiasaan dan tindakan tertentu yang biasa mereka lakukan, seperti beberapa orang terbiasa memakai sepatu yang berhak tinggi, khususnya para wanita. Padahal, para pemakai sepatu berhak tinggi itu sangat mungkin menderita kegagalan sendi tulang rawan. Akan tetapi, mereka tidak menyadari bahwa sakit yang diderita oleh mereka itu akibat memakai sepatu berhak tinggi ataupun karena terlalu sering memikul beban berat dengan cara yang salah. Lalu mereka berusaha menyembuhkan penyakitnya tanpa berusaha meninggalkan dari memakai sepatu berhak tinggi kecuali setelah diperintahkan oleh dokter. Jadi, seseorang itu harus mengetahui jenis-jenis kelainan pada tubuh sekaligus sebab-sebabnya agar mereka dapat terhindar dari beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh kelainan-kelainan tersebut. Kemudian, ibadah shalat yang telah Allah wajibkan kepada umat manusia merupakan di antara ibadah yang paling bagus, karena shalat akan berinteraksi langsung dengan semua jenis kelainan dan penyimpangan yang dialami oleh manusia, lalu berusaha menyembuhkannya satu per satu. Memang, Allah tidak memberi tahu kepada kita semua tentang hikmah di balik ibadah-ibadah fardhu yang Allah wajibkan. Karena, kita sendiri belum tentu dapat memahami hikmah tersebut. Disamping juga, akal dan wawasan kita sangatlah terbatas. Namun, seiring bermunculannya ilmu pengetahuan maka hikmah-hikmah yang dulu belum pernah kita ketahui kini mulai dapat tersingkap. Hal ini akan terus berlangsung hingga hari kiamat nanti, dimana setiap harinya ilmu pengetahuan akan semakin menguatkan kebenaran dari apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Adapun berkenaan dengan analisis gerakan-gerakan shalat dan memunculkan beberapa fenomena mukjizat di dalamnya, tiada lain hanyalah bagian dari upaya penyampaian atas apa yang telah diberikan Allah kepada saya. Saya tidak akan mengklaim sama sekali bahwa apa yang akan saya sampaikan nanti adalah seluruh mukjizat dan hikmah yang terkandung dalam gerakan-gerakan shalat. Akan tetapi semua itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang terkandung di dalamnya dan telah Allah berikan kepada saya melalui pengamatan yang saya lakukan. Semua usaha yang saya lakukan hanya menujupada satu tujuan utama dan mulia dari semua ilmu pengetahuan, yaitu untuk menebalkan keimanan kepada Allah SWT dan berusaha mendapatkan secuil hikmah dari perintah, larangan, dan kebesaran Allah yang tidak mungkin kita ketahui semua hingga hari Kiamat nanti sekalipun. Mahabenar firman Allah yang berbunyi, …”dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (al-Israa’:85).

Manusia Butuh Olahraga

Manusia Butuh Olahraga
KEGIATAN olahraga pada zaman sekarang menjadi sebuah kebutuhan primer, karena manusia kini sangat membutuhkan aktivitas tubuh yang dapat mengembalikan stamina dan metabolisme tubuhnya. Setelah mereka tidak lagi banyak bergerak dan telalu bergantung pada alat (mesin) dalam melakukan banyak pekerjaan, maka disinilah titik sentralnya, kenapa Allah telah mewajibkan ibadah shalat fardhu dengan semua gerakannya kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang berdasarkan pada beberapa alasan, yaitu sebagai berikut;
Pertama, manusia pada zaman dulu telah terbiasa mencurahkan tenaga dalam porsi yang cukup besar ketika melakukan aktivitas hidup mereka, baik ketika mencari makanan dan berburu, ataupun ketika menjaga kehidupan mereka dari ancaman musuh, seperti lari dari kejaran binatang buas. Bahkan terkadang mereka harus melompat dan menaiki dahan pepohonan demi mencari keamanan dan keselamatan bagi dirinya. Tentunya, semua aktivitas tubuh inisangat dibutuhkan oleh situasi kehidupan mereka pada saat itu. Dari sini dapat dibandingkan bahwa aktivitas tubuh yang dilakukan oleh umat manusia pada zaman sekarang relative minim. Karena biasanya, seseorang itu akan lebih banyak menggerakkan tubuhnya ketika ia mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari ataupun ketika mencari keamanan untuk dirinya.
Pada zaman sebelum datangnya Islam, banyak di antara umat manusia yang harus mencurahkan tenaganya untuk mencari nafkah hidupnya ataupun mendapatkan keamanan dan keselamatan. Contohnya, perjalanan dagang yang dilakukan oleh orang Arab yang tentunya sangat membutuhkan kekuatan tubuh untuk dapat menempuh perjalanan yang amat jauh dan melelahkan itu. Dalam perjalanan dagang itu juga, biasanya mereka harus berjalan kaki sejauh puluhan atau bahkan ratusan mil. Juga, banyak di antara umat manusia yang harus mencurahkan tenaganya untuk dapat mempertahnakan dirinya dari perikaian antar suku meskipun hanya dipicu oleh masalah kecil saja. Sedangkan perikaian itu sendiri terus berlangsung dalam waktu yang relative panjang, seperti yang banyak terjadi pada zaman Jahiliah (Pra-Islam).
Kedua, Allah SWT telah mengetahui keadaan kita sekarang ini berupa kemajuan teknologi ataupun kemodernan lainnya yang akan dialami oleh generasi setelah kita nanti. Mereka hanya perlu duduk di tempat lalu menekan tombol remote dengan satu jari maka sudah dapat menonton televisi, dengan tombol lainnya maka kipas angina telah menyala, pintu rumah dapat terbuka secara otomatis, dan dengan beberapa pencetan nomor telepon maka kebutuhan-kebutuhan hidupnya telah terpenuhi tanpa perlu lagi mencurahkan banyak tenaga.
Kemajuan teknologi pada zaman sekarang sudah sangat canggih, sehingga seseorang hanya perlu duduk di atas kursi otomatis maka ia sudah dapat menjalankan berbagai aktivitasnya, atau untuk naik dan turun dalam gedung bertingkat maka ia cukup naik lift. Bila ia ingin bepergian antar Negara maka ia hanya perlu duduk di atas kursi empuk di dalam mobil yang dapat mengantarnya kemanapun yang ia suka ataupun naik pesawat mewah yang dapat mengantarnya ke tujuan manapun yang ia inginkan tanpa perlu bersusah payah. Dengan adanya berbagai fasilitas kemudhan seperti tadi, kondisi tersebut akan mendorong manusia untuk semakin bermalas-malasan, membuatnya mudah lemah dan cepat lelah. Bahkan, bisa jadi akan membuat manusia tidak lagi mampu banyak beraktivitas walau hanya menekan remote control untuk mematikan atau menghidupkan televisi.
Karena itulah, pada situasi seperti ini, manusia akan sangat membutuhkan olahraga tubuh untuk dapat mengembalikan stamina, metabolism, dan kemampuan tubuhnya untuk bergerak dan beraktivitas. Disinilah titik sentral mengapa Allah telah mewajibkan kita untuk beribadah shalat sebagai ganti dari olahraga tubuh yang dapat melindungi dan mengembalikan metabolism tubuh dibawah tuntutan kemajuan teknologi yang hanya mendorong manusia untuk lebih lemah dan malas. Dengan begitu, seseorang (yang melakukan shalat) akan tetap mampu menjalankan dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Memang, shalat adalah tiang agama, siapa yang melakukannya berarti telah menegakkan agamanya dan siapa yang tidak mau menjalankannya maka ia sama saja telah menghancurkan agamanya sendiri. Karena itu, kemampuan seseorang dalam melaksanakan ibadah-ibadah lainnya sangat berkaitan erat dengan kesehatan tubuhnya sendiri. Lantas, jika seorang muslim itu tidak lagi memperdulikan kondisi kesehannya dengan cara meninggalkan shalat, maka hal itu dapat menyebabkannya tidak lagi mampu melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.

Disamping, ibadah shalat itu sendiri sarat dengan anugerah Tuhan dan juga dapat mendekatkan diri pelaksananya (muslim) kepada Allah. Kemudian, bila kita ingin berkomunikasi lebih dekat dengan Allah maka kita bisa melakukannya lewat shalat, karena shalat mengandung ketaatan penuh kepada Allah. Apalagi gerakan-gerakan shalat itu sendiri dapat mengembalikan kesehatan tubuh seseorang. 

Stamina Tubuh dan Unsur-Unsurnya

Stamina Tubuh dan Unsur-Unsurnya
Biasanya, istilah stamina tubuh digunakan sebagai petunjuk kondisi tubuh seseorang, sedangkan para ilmuwan sendiri banyak yang telah mendefinisikan maksud dari kata stamina tubuh. Di antaranya, Curtin, ia mende-finisikan stamina tubuh sebagai salah satu bukti kebugaran tubuh seseorang yang tidak memilik penyakit yang bermacam-macam, baik pada system otot dan fungsi tubuhnya, serta kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas dalam bentuk yang maksimal. Disamping, ia sendiri mampu menguasai tubuhnya dan mampu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dalam jangka waktu yang cukup panjang tanpa cepat merasa lelah.” Adapun unsur staminia tubuh itu sendiri terangkum dalam beberapa hal penting di bawah ini;
1.       Kekuatan otot
2.       Kemampuan bekerja keras
3.       Kecepatan
4.       Kelenturan tubuh
5.       Keluwesan
1.       Kekuatan otot
Seperti yang didefinisikan oleh dr. Ishaam Abdul Khaliq bahwa kekuatan otot adalah sebuah kemampuan tubuh seseorang dalam menaklukkan dan menghadapi berbagai macam resistensi (beban berat).
Diantara resistensi yang dihadapi manusia adalah;
a.       Resistensi baban luar, seperti mengangkat, menarik, atau mendorong barang tertentu.
b.      Resistensi bobot tubuhnya sendiri ketika melawan daya Tarik gravitasi bumi yang dialami oleh beberapa anggota tubuh.
c.       Resistensi pergesekan, seperti berjalan di atas pasir atau berenak melawan arus air.
Rasulullah SAW, pernah menganjurkan umat manusia  untuk selalu menguatkan tubuhnya, seraya bersabda; “seorang mukmin yang kuat (tubuhnya) lebih baik dan lebih Allah senangi dibandingkan seorang mukmin yang lemah, dan (begitu juga) ketika melakukan segala kebaikan.”
Kemampuan Bekerja Keras
Tahan banting (mampu bekerja keras) adalah kemampuan tubuh manusia yang harus dimiliki oleh setiap orang. Tahan banting juga sangat berkaitan erat dengan munculnya rasa lelah ketika seseorang melakukan pekerjaan tertentu. Artinya, jika seseorang telah melakukan suatu pekerjaan dalam tempo waktu yang terus-menerus ataupun terputus-putus maka ia akan susah untuk dapat meneruskan pekerjaanya lagi karena tubuhnya telah merasa lelah, sehingga dapat menguangi fungsi tugas dan fisik seseorang. Rasa lelah ini akan dialami oleh seseorang ketika ia melakukan suatu pekerjaan tahan banting juga dikenal sebagai sebuah kemampuan seseorang dalam mengontrol rasa lelahnya dan ia mampu untuk terus melanjutkan kerjanya dalam tempo waktu yang cukup lama tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Kemampuan bekerja keras terbagi pada beberapa jenis, yaitu sebagai berikut;
1.       Kemampuan Ritme Pernapasan
Tergantung pada kemampuan sel dalam menyuplai oksigen dan nutrisi yang layak pada tubuh seseorang sehingga ia mampu untuk terus bekerja dengan tempo yang relative cepat tanpa merasa lelah. Keadaan ini disebut dengan kemampuan dua alat; ritme tubuh dan saluran pernapasan ketika bekerja dalam waktu yang panjang.
2.       Kemampuan Sistem Otot
Bergantung pada kekuatan system otot ketika bekerja sama dengan system saraf. Kemampuan system otot juga termasuk kemampuan terpenting tubuh ketika bergerak dan melakukan segala aktivitas tubuh, dimana hal itu sangat membutuhkan kemampuan kekuatan system otot dalam batas tertentu dan dalam waktu yang relative panjang.
3.       Kecepatan
Kecepatan merupakan salah satu factor penting untuk aktivitas tubuh. Kecepatan juga sangat berkaitan dengan kekuatan system otot yang menjadi init modalnya. Dimana kecepatan sendiri menjadi fondasi penting tubuh untuk lebih luwes, tahan banting, dan lentur. Kecepatan didefinisikan oleh para ilmuwan sebagai kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan tertentu dalam tempo waktu yang relative cepat. Namun, Hara, seorang ilmuwan, mendefinisikan “kecepatan” sebagai kemampuan tubuh dalam merespon system otot antara menarik (fleksi) dan mengulur (ekstensi) dalam waktu yang sangat cepat.
4.       Kelenturan
Juga termasuk di antara factor penting untuk tubuh ketika melakukan suatu pekerjaan dan dapat lebih menghemat tenaga. Kelenturan itu sendiri adalah kecepatan gerakan tertentu yang dilakukan oleh persendian tertentu. Atau juga, kemampuan seseorang dalam melakukan gerak dengan sangat lihai, atau pula aksi yang dilakukan oleh persendian tubuh secara bergantian. Pembentukan kelenturan tubuh akan lebih mudah dan cepat dilakukan bila sudah dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan bila dilakukannya baru pada masa dewasa. Karena, kelenturan tulang punggung, khususnya tulang dada dan persendian punggung sangat berperan penting dalam kelenturan tubuh secara umum. Hendaknya, pelatihan kemampuan jenis ini (kelenturan) harus diperhatikan dengan sangat baik pada masa pelatihan dan harus seimbang, sehingga tidak terjadi ketimpangan pada salah satu bagian tubuh yang lainnya.
5.       Keluwesan Tubuh
Keluwesan tubuh adalah cepat berubahnya kondisi atau keadaan tubuh. Para ilmuwan mendefinisikannya dengan kemampuan seseorang untuk mengontrol kondisi dan keadaan tubuhnya dalam waktu yang relative cepat, serta mampu menyesuaikan dengan sangat jeli tuntutan kondisi tertentu.
Beberapa Cara Ideal dalam Meningkatkan Stamina Tubuh
Adanya peningkatan unsur stamina dalam tubuh tentunya akan semakin meningkatkan kondisi tubuh seseorang itu sendiri. Dimana terdapat kaitan erat antara ukuran otot dan kemampuan untuk resistensi yang sesuai dengan kadar tertentu dari otot tersebut. Artinya, semakin bertambahnya ukuran otot seseorang tentu akan membutuhkan resistensi yang lebih besar untuk mengimbanginya. Berkenaan dengan penambahan ukuran otot ini, ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa olahraga yang dilakukan secara kontinu dapat menjaga kekuatan dan stamina system otot, sedangkan jika tidak adanya olahraga maka otot itupun akan melemah. Hal ini yang biasa digunakan maka ia akan tumbuh membesar sedangkan organ tubuh yang tidak pernah (jarang) digunakan maka akan mengecil dan melemah. Karena itulah, bila seseorang telah terbiasa melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti seseorang telah terbiasa mengangkat beban pada periode tertentu, lalu ia berhenti begitu saja maka kondisi ini akan menyebabkan system otonya melemah dan lemas. Hal ini tampak sekali pada para atlet angkat beban (weigh lifter). Karena itu, bila seseorang ingin menjaga kon-disi ototnya, ia harus terus melakukan latihan tertentu secara kontinu dan sesuai dengan aktivitas yang biasa dia lakukan sebelumnya.  Contoh, jika seseorang telah terbiasa mengangkat beban seberat luma puluh kilo-gram sebanyak empat kali dalam sehari maka ia bisa menggantikannya dengan mengangkat beban seberat em-pat kilogram sebanyak lima puluh kali. Kebiasaan pertama (mengangkat beban seberat 50 kg), mungkin saja kebiasaan ini dapat melemahkan otot-otot seseorang dan membuatanya cepat lelah ketika ia sudah tidak lagi melakukan latihan yang serupa, karena ia sendiri tidak dapat menjamin untuk bisa terus melakukan latihan se-perti itu (mengangkat beban seberat 50 kg) sepanjang hidupnya. Adapun kebiasaan kedua, yaitu meng-angkat beban hanya seberat empat kilogram sebanyak lima puluh kali akan jauh lebih baik. Karena, seseorang mung-kin saja dalam kehidupan sehari-harinya akan seringkali mengangkat barang yang seberat empat kilogram atau yang setara dengannya. Dengan begitu, olahraga yang baik adalah olahraga yang tetap memperhatikan konti-nuitas kadar olahraga yang dilakukan oleh tubuh agar ia sendiri dapat menjamin kesehatan kondisi tubuhnya sepanjang hidup. Contohnya, seseorang berlatih untuk melipat dua lututnya secara penuh ketika berdiri, maka latihan ini akan bergantung secara penuh pada kekuatan otot kedua kaki ketika menahan bobot tubuhnya sen-diri. Karena, seseorang akan terus mengangkat bobot tubuhnya da ia akan terus mem-praktikannya sepanjang hidupnya. Dengan begitu, kondisi otonya pun akan tetap dalam kondisi sehat. Ringkasnya, olahraga terbaik yang  dilakukan oleh seseorang untuk menjaga stamina tubuhnya sepanjang hidup adalah olahraga yang dapat menjaga stamina tubuh sehingga ia tetap mampu melakukan banyak aktivitas hidup sehari-hari tanpa cepat merasa lelah. Karena itu, keberhasilan menjuarai piala tertentu dalam bidang olahraga bukanlah satu-satunya target olahraga, karena target utama olahraga adalah menciptakan sosok manusia yang mampu melakukan ak-tivitas kesehariannya tanpa cepat merasa lelah atau lemas. Disamping juga, mampu menciptakan sosok manu-sia yang memiliki stamina tubuh yang kuat dan kemampuan berak-tivitas dalam porsi yang relative banyak.
Kedudukan Shalat dalam Ajaran Islam
“Shalat adalah tiang agama”, itulah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, dari hadits tersebut dapat terlihat bahwa shalat memiliki andil yang sangat besar dalam mengokohkan keislaman seseorang. Karena sha-lat diibaratkan sebagai tiang agama yang tidak mungkin agama itu akan berdiri bila tanpa ada shalat (tiang-nya). Allah sendiri, ketika memberikan perintah shalat, dia langsung menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa perantara Jibril terlebih dahulu, yaitu pada peristiwa malam Isra’ dan Mi’raj. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas r.a,  yang artinya;
Perintah shalat diberikan kepada Nabi saw. Pada malam beliau di Isra’-kan (pada awalnya) sebanyak lima puluh kali, lalu dikurangi hingga hanya berjumlah lima kali saja. Kemudian, beliau dipanggil, ‘Muhammad, titah-Ku tidak mungkin dapat diubah lagi dan kamu harus terima (perintah shalat) sebanyak lima dari lima puluh kali.” Rasulullah juga pernah bersabda tentang perintah shalat ini, “Allah telah memerintahkan shalat kepada umatku sebanyak lima puluh kali (pada awalnya) pada malam Isra’, lalu aku menimbang ulang dan meminta keringanan sehingga menjadi lima kali saja dalam sehari semalam.”
Abdullah bin Qirth pernah menyatakan sebuah hadits, dimana Rasulullah SAW, pernah bersabda; “Ibadahseorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari Kiamat nanti adalah shalat. Jika shalatnya baik (kontinu) maka menjadi baik pula seluruh amalnya, namun jika buruk (tidak kontinu) maka menjadi buruklah seluruh amalnya.” Kemudian, shalat juga sebagai wasiat terakhir Rasulullah ketika beliau saw, ingin mengembuskan napas terakhir, seraya mengingatkan, “(Kerjakan) shalat, (kerjakan) shalat selama kalian ma-sih hidup!” Selanjutnya, shalat menjadi symbol terakhir agama yang akan hilang. Artinya, jika perintah shalat sudah banyak diabaikan maka agama Islam akan segera musnah, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Ra-sulullah saw, seraya bersabda, “Ajaran agama Islam akan terkelupas (ditinggalkan) satu per satu. Setiap kali ada ajaran agama yang terkelupas (ditinggalkan oleh umat Islam) maka orang-orang akan ketagihan untuk menguliti yang berikutnya. Adapun ajaran agama yang pertama kali akan dikuliti (ditinggalkan) adalah hukum (keadilan) dan hal yang terakhir adalah shalat.”  Shalat menduduki posisi yang sangat penting dalam agama, karena banyak dari ayat Al-Quran sendiri yang selalu menganjurkan kita untuk selalu melaksanakan shalat. Bahkan, ayat-ayat tersebut tidak jarang menggadengkan perintah shalat dengan kebaikan dan keberuntungan dalam satu kesempatan, taat beribadah dan kesabaran dalam kesempatan lain, ataupun dzikir pada yang lain-nya. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi, “…Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbua-tan)  keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)…” (al-Ankabuut:45)
Allah SWT juga telah berfirman tentang shalat dalam ayat yang berbunyi, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu di shalat.” (al-A’laa: 14-15)
Dalam firman lainnya, …”dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaahaa: 14)
Allah menggandengkan perintah shalat dengan perintah zakat dalam firman-Nya, “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…” (al-Baqarah:10)
Kata “dirikanlah” pada ayat di atas juga menguatkan apa yang terdapat dalam hadits Nabi saw. yang menga-takan bahwa shalat merupakan tiang agama, sedangkan tiang agama haruslah selalu ditegakkan agar agama itu dapat berdiri dengan kokoh. Firman lainnya, “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (al-Kautsar:2)
Firman berikutnya, Katakanlah, ‘sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku ada-lah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (al-An’aam:162)
Allah juga telah menggandengkan perintah shalat dengan keberuntungan di dunia dan akhirat, seperti dalam firman-Nya; “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang me-melihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 1-11)
Bila kita teliti, ternyata agama Islam sangat memperhatikan ibadah shalat. Bahkan, islam selalu memerin-tahkan para penganutnya untuk senantiasa menjaga shalat kapanpun dan dimanapun, baik ketika mereka sedang diliputi rasa takut oleh ancaman musuh, seperti yang terdapat dalam ayat yang berbunyi; “Peliharalah semua shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.’ Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apa-bila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (al-Baqarah:238-239).
Pada ayat berikut ini, Allah menjelaskan dengan lebih detail tentang tata cara pelaksanaan shalat ketika sese-orang berada di perjalanan, peperangan, atau dalam keadaan aman, yaitu; “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu)  lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah dating golongan yang kedua yang belum ber-shalat, lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir inin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tida ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit, dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. Maka apabila kamu telah meyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimanan biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewa-jiban (fardhu) yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman…” (an-Nisaa’:101-103)
Para peneliti agama-agama kuno menemukan satu keistimewaan yang dimiliki oleh agama Islam (tidak dimiliki oleh agama-agama lainnya), yaitu agama Islam sangat memperhatikan ibadah shalat dan juga pelaksanaannya hingga pada saat-saat penting dan genting sekalipun, seperti di tengah peperangan. Nabi Ibrahim a.s, sendiri pernah meminta kepada Allah agar ia dan keturunan setelahnya dijadikan oleh Allah sebagai orang-orang yang selalu menjaga shalatnya, seperti yang tercatat dalam firman Allah yang berbunyi; “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku.” (Ibrahim: 40)
Bahkan, Allah telah mengancam orang-orang yang berani melalaikan shalat dan berjanji untuk menceburkan mereka ke dalam neraka Wail, yaitu dalam firman-Nya yang artinyai; “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (al-ghayy).” (Maryam: 59)
Ada ulama yang mengatakan bahwa al-Ghayy adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam sana. Allah juga mengancam orang-orang yang berani melupakan shalat, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang mela-laikan dari shalatnya.” (al-Maa’uun: 4-5)

Bahwa, shalat memiliki posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam yang mungkin saja tidak kita sadari. Akan tetapi, mulai sekarang kita harus menyadari betapa agama Islam itu sangat memperhatikan ibadah shalat dan juga sering kali memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga shalat mereka. Sebab, terdapat banyak ayat Al-quran yang mendorong umat Islam untuk selalu melaksanakan shalat, begitu juga hadits-hadits Nabi saw. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa ibadah shalat sangat penting dalam ajaran Islam. Seperti dalam hadits Qudsi berikut ini yang artinya; “Hamba-hamba-Ku, jika saja orang pertama hingga terakhir, seluruh manusia dan jin menjadi taqwa seluruhnya maka hal itu sama sekali tidak menambah keagungan kerajaan-Ku. Hamba-hamba-Ku, jika saja orang pertama hingga terakhir, seluruh manusia dan jin menjadi pendosa seluruhnya maka hal itu sama sekali tidak mengurangi keagungan kerajaan-Ku.”  Dengan kata lain, pihak yang pertama kali diuntungkan dari ibadah shalat itu adalah para pelasananya sendiri (umat Islam). Sebab itulah, kita harus betul-betul memahami bahwa shalat itu sangat penting sekali bagi diri kita sendiri dan jangan pernah kita melalaikannya.